Saturday, December 1, 2007

Janjiku...

Aku ga janjikan kamu materi,
Karena materi suatu saat 'kan hilang ditelan waktu..

Aku juga ga janjikan kamu ketampanan wajah,
Karena ianya pula akan lapuk di gilas sang hari...

Aku hanya janjikan kamu satu hal bidadariku..
Aku akan berusaha menjadi Imam terbaik untukmu...
Yang menjaga kehormatanmu...
Yang mencintaimu dengan hatiku bukan dengan nafsuku..

"Kutulis dengan cahaya cinta,
Teruntuk calon bidadariku di Istana peraduannya. "

Cairo, 2005
Penghujung Musim Semi

Monday, October 8, 2007

Don't Do It..!

JANGAN sengaja lewatkan solat.
Perbuatan ini Allah tidak suka.
Kalau tertidur lain cerita.

JANGAN masuk kamar mandi tanpa memakai alas kaki (sandal).
Takut kalau terbawa keluar najis, mengotori seluruh rumah kita.
JANGAN makan dan minum dalam bekas yang pecah atau sumbing.
Makruh karena ia membahayakan.

JANGAN biarkan pinggan mangkuk yang telah digunakan tidak berbasuh.
Makruh dan mewarisi kepapaan.

JANGAN tidur selepas shalat Shubuh.
Nanti rezeki mahal.

JANGAN makan tanpa membaca BISMILLAH dan doa makan.
Nanti rezeki kita dimakan syaitan.

JANGAN keluar rumah tanpa niat untuk berbuat kebaikan.
Takut-takut kita mati dalam perjalanan.

JANGAN pakai sepatu atau sandal yang berlainan pasangan.
Makruh dan mewarisi kepapaan.

JANGAN biarkan mata liar di perjalanan.
Nanti hati kita gelap diseliputi dosa.

JANGAN bergaul bebas ditempat kerja.
Banyak buruk dari baiknya.

JANGAN menangguh taubat bila berbuat dosa.
Karena mati bisa datang kapan saja.

JANGAN ego untuk meminta maaf pada orang tua dan sesama manusia.
jika memang kita bersalah.

JANGAN mengumpat sesama handai taulan.
Nanti merusak persahabatan, hilang bahagia.

JANGAN lupa bergantung kepada ALLAH dalam setiap kerja kita.
Nanti kita sombong jika berjaya. Jika gagal kecewa pula.

JANGAN bakhil untuk bersedekah.
Sedekah itu memanjangkan umur dan memurahkan rezeki.

JANGAN banyak ketawa.
Nanti mati jiwa.

JANGAN biasakan berbohong.
Karena ia adalah ciri-ciri munafik. Menghilangkan kasih makhluk kepada kita.

JANGAN suka menganiaya manusia atau hewan. Doa
makhluk yang teraniaya cepat dikabul ALLAH.

JANGAN terlalu bersusah hati dengan urusan dunia.
Akhirat itu lebih utama, lebih lama dan kekal selamanya.

JANGAN mempertikaikan kenapa ISLAM itu berkata JANGAN.
Sebab semuanya untuk kebaikan dan keselamatan kita.

Ingat kawan..
ALLAH Saw lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba ciptaan-Nya.


**Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau
menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum.
Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila
diberikan.**


See u next..













Sunday, October 7, 2007

Gita Cinta Seorang Lelaki...

Perempuan yang aku SUKAI..
Adalah sejuk mata memandang
Terlihat keluhuran akhlaknya
Menjadi sumber ketenangan jiwa bila hati bergelora

Perempauan yang aku IDAMI..
Adalah yang mengingatkan hatiku
kepada Ar-Rahmân Ar-Rahim
bila rohku melupai janji pada ilahi

Perempuan yang aku KASIHI..
Adalah pencinta tuhannya
Yang dari-Nya mengalir cinta, takut dan harap
Yang menguasai perjalanan hidupnya setiap masa
Sehingga DIA memanggilnya

Perempuan yang aku SAYANGI..
Adalah bersyukur dengan apa yang ada
Bersabar dengan apa yang tiada
Pecinta hidup sederhana yang tidak bermata dunia

Perempun yang aku RINDUI..
Adalah perempuan yang di wajahnya terpancar sinar nur ilahi
Lidahnya basah dengan Dzikir munajat Rabbi
Disudut hati kecilnya senantiasa membesarkan Dzat Yang MahaTinggi

Perempuan yang aku CINTAI..
Yang menutup auratnya dari pandangan mata ajnabi
kehormatan dirinya menjadi mahal nilainya
Biarpun namanya tidak terkenal di dunia
Tetapi di langit ia di sanjung tinggi

Perempuan yang aku SANJUNGI..
Menjadi dirinya sendiri
Menjadi pelita kepada bakal putera-puteri
Untuk meneruskan perjuangan di kemudian hari

Semoga...
perempuan yang selalu menghias langit-langit kataku
bergemuruh dalam lantunan doaku
adalah...
ISTRIKU

SEE U NEXT..

Saturday, September 29, 2007

Pesan Kyai Untuk Santrinya..

Santriku…
Semoga tatkala pesan-pesanku ini mulai kau baca, hatimu masih benderang dengan cahaya rahmat Ilahi, hingga tak ada sebutir debupun melekat di hatimu, menutupi nuranimu untuk menerima secercah cahaya ini.

Santriku…
Ketahuilah! Sesungguhnya segala sesuatu yang ada di seluruh jagat raya ini sudah diatur secara tertib oleh Allah. Tebarkanlah pandanganmu maka akan kau saksikan betapa indahnya paduan gunung, lembah, dan ngarai serta luasnya bentangan samudera. Juga matahari, bulan, bintang dan sejumlah gugusan planet lainnya, semua begitu indah dan tertib, tertata sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. Maka, hendaklah manusia berusaha supaya menjadi tertib, dalam karsa, rencana, dan atau kehidupannya. Dan janganlah sekali-kali mencoba untuk memaksakan tertib programmu pada Allah. Sebab,jika kau lakukan itu, maka yang akan kau dapati hanyalah keresahan, pahitnya kekecewaan, pedihnya kehancuran, kecongkakan dalam kebodohan, kesombongan atas kesintingan dan kebanggaan lantaran kegilaanmu atau sebaliknya berlagak jagoan ekstra superiority atau bertampang cakil menjual pepsodent. Dan penyakit inilah yang banyak melanda manusia di abad modern ini.

Santriku…
Seiring perjalanan waktu, suatu saat nanti kau akan meninggalkan pondokmu ini untuk terjun ke tengah-tengah kehidupan masyarakatmu kelak, berbaur dengan aneka ragam pola kehidupan. Harapanku, pandai-pandailah kau membawa diri berbuat baik di bumi mana kakimu berpijak. Selama ini aku memang menyaksikan bahwa kau telah berbuat baik, mentaati segala petuah dan nasehat kyaimu, menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, namun yang aku khawatirkan adalah, jika kau berbuat semua kebajikan itu hanyalah di tengah-tengah milliu yang baik saja, sementara ketika kau telah terjun ke dalam milliu yang berlainan, jadi berubah keadaannya. Padahal, berbuat baik itu harus bisa kau lakukan di manapun dan kapanpun. Pada saat itulah kepribadianmu akan diuji, dan di situlah kepribadianmu akan dipecat atau dipertahankan oleh dirimu sendiri atau oleh masyarakatmu dengan segala norma-normanya. Itulah yang paling aku khawatirkan. Aku takut jika derasnya gelombang kehidupan di masyarakatmu kelak akan menyeret dan menjerumuskanmu ke lembah nista. Telah kau sadari bahwa orang baik yang bertempat sampah sekalipun akan berjasa dan mulia karena ia telah menyingkirkan sampah yang mengganggu masyarakat. Namun sebaliknya, orang yang jahat sekalipun bertahta di tempat terhormat ia adalah perusak dan pengacau masyarakat. Karena ia sebetulnya adalah sampah.

Santriku…
Ketahuilah, bahwa kini, di abad modern ini, setan-setan dengan segala bentuk dan macamnya telah bergentayangan di mana-mana dan untuk berkawan dengan mereka, kau tak perlu belajar ataupun berlatih. Dan godaan setan itu sungguh akan memikat hatimu. Ia tidaklah akan berhenti pada sasaran tertentu, golongan tertentu, dan juga waktu serta tempat tertentu. Maka berhati-hati dan waspadalah santriku terhadap itu semua. Janganlah sekali-kali kau mengira bahwa tingginya ilmu dan jabatan seseorang akan sekali tinggi pula godaan dan rayuan setan itu. Kyai dan ulamapun tak terhindar dari obyek dan setan-setan.

Santriku…
Kuharap kau tak hanya bisa menerangi dirimu sendiri, tapi kau juga bisa menyinari ummatmu dengan cahaya yang memancar dari ilmu-ilmu itu. Karena sesungguhnya tiadalah berguna ilmu seseorang itu jika tak dimanfaatkan bagi dirinya dan ummatnya. Do’aku semoga kau memahami seuntai pesan-pesanku ini. Amien.

Kyaimu



(KH. HASAN ABDULLAH SAHAL)

Friday, September 28, 2007

Semuanya Kosong..



Matahari bersinar miring di tengah hari.
Sesuatu mati begitu lahir.
Selatan tiada batas dan ada ujungnya.
Aku pergi ke selatan hari ini dan tiba di sana kemarin!



Cintailah semua benda dengan sama.
Alam adalah satu.
ADA muncul dari TIADA.
Betapa mungkin mencari sumber TIADA?



Mengapa cari ujung sebuah mangkok?
Mengapa cari titik awal akhir sebuah bola?
Akhirnya semua itu kosong hampa, sesungguhnya tidak ada apa-apa!"




Suatu Senja di Musim Panas
Red Sea..
see u next..

Hasan Al-Bannâ Sang Revolusioner

Setiap zaman selalu memiliki bintang. Dan Hasan Al-Banna adalah bintang zaman itu. Dia adalah sang bintang yang melahirkan zaman.

Mahmudiyah adalah sebuah daerah indah di profinsi Buhairah, 90 Km dari Kairo, Mesir. Pada saat itu, Mahmudiyah adalah sebuah kota yang dipenuhi manusia-manusia ramah dan berbudi luhur. Keluarga-keluarga membesarkan putra-putrinya dengan ilmu-ilmu agama, Hadits dan Sastra. Di lingkungan seperti itulah sang bayi yang bernama Hasan al-Banna kelak lahir. Nama yang memiliki arti sang pembangun kebaikan. Ia terlahir ditengah-tengah keluarga yang membesarkannya dengan Islam pada tanggal 17 Oktober 1906. ayahnya Syaikh Ahmad Abdurrahman al-Banna al-Sa'ati adalah seorang ahli Fikih dan pakar Hadis. Tetapi Hasan al-Banna memberikan sebutan ayah bukan pada ayah kandungnya. "Islam adalah ayahku satu-satunya" ucapnya semenjak ia belia.
Selain seorang alim ayahnya juga seorang pengusaha arloji yang cukup sukses. Dari usahanya itu ia membesarkan seluruh keluarganya, bahkan untuk membiayai penulisan buku-buku Fikih karyanya. Rumah keluarga ini memiliki perpustakaan pribadi yang kelak akan menjadi bekal utama pertumbuhan intelektual Hasan al-Banna.

Hasan adalah putra sulung dari lima bersaudara, semuanya laki-laki. Didalam keluarganya, tradisi intelektual tumbuh dengan suburnya. Maklum ayahnya juga seorang jurnalis. Ia seorang redaktur yang membidangi subjek sîrah dalam masalah Urwath al-Wusqâ yang dipimpin Syaikh Jamaluddin al-Afghâni, seorang tokoh besar dalam pergerakan Islam di dunia dengan gagasannya, Pan Islamisme.

Jadi, tak mengherankan pada usia yang baru 12 tahun, ia sudah termotivasi untuk menghafal separuh al-Quran, terlebih dukungan moril dari sang ayah. Hingga pada usia 14 tahun ia sudah mampu menghafal seluruh al-Quran.
Sejak belia, Hasana al-Banna telah dikepung kegelisahan yang mendalam. Mesir berada di bawah penjajahan Inggris saat itu. Dan, seperti semua wilayah yang sedang dijajah, terjadi kerusakan perilaku di mana-mana. Islam, telah membuat dirinya risau. Saat ia berusia 13 tahun, ia telah bergabung dalam sebuah demonstrasi besar untuk menentang penjajahan Inggris pada tahun 1919.
Pada usia itu pula, Hasan al-Banna memulai kariernya sebagai seorang yang menyeru amar ma'ruf nahi mungkar. Ia mendirikan sebuah organisasi yang ia beri nama Muhârabah al-Munkarât atau Organsisai Pemberantas Kemungkaran.

Setelah selesai jenjang pendidikan di tingkat menengah, Hasan al-Banna pun melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi di Universitas Darul Uluum. Dengan kecerdasan yang ia miliki, al-Banna muda pun menjadi mahasiswa yang paling berprestasi di Universitasnya dengan gelar yudisium terbaik tingkat pertama. Bahkan ketika ujian akhir, selain al-Quran dan Hadis, ia juga telah menghafal 17.000 bait syair dan kata-kata hikmah.
Di usianya yang masih remaja ini, ia sudah dikedepankan dengan permasalahan-permasalahan yang dialami umat Muslim saat itu, bermula dari kebobrokan moral dan etika yang merupakan dampak negatif dari penjajahan. Hatinya resah dan gundah, jiwanya tercabik dengan keadaan yang sedemikian rupa. Terlebih Dinasti Usmaniyah yang kala itu masih berdiri sedang berada dalam masa kacau. Terjadi usaha besar-besaran untuk merobohkan dinasti ini. Khilâfah islâmiyah pada masa itu dipimpin oleh Sultan Abdul Hamid II. Pemberontakan bermula dari konsfirasi yang diprakarsai oleh Gerakan Zionis Yahudi, setelah kegagalan Theodore Hertzl Ketua Zionis Internasional saat itu dalam usahanya melobi khalifah atas wilayah Palestina.

Dengan kepedihan hati yang mendera-dera, Hasan al-Banna pun memulai perjuangannya dengan mengumpulkan sahabatnya. Bermula dari lima hingga enam orang saja, mereka mulai menganalisa keadaan, berdakwah dari pintu ke pintu, dari kedai minum hingga ke tempat makan. Gerakan inilah kelak yang akan menjadi cikal bakal lahirnya Ikhwanul Muslimin. Gerakan ini pelan tapi pasti. Lambat laut mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat yang memang haus akan sentuhan Islam ketika itu.
Menurut Fathi Yakan -salah seorang kader terbaik Ikhwanul Muslimin- dalam bukunya, Revolusi Hasan al-Banna, mengatakan bahwa embrio gerakan ini dimulai dengan lima orang saja. Kemudian kelimanya memilih nama Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai julukan. Sebuah nama yang dipilih karena telah menjadi nama yang dimiliki oleh umat Islam. "Kita adalah Ikhwanul Muslimin. Kita adalah saudara kamum Muslim". Ujar Hasan al-Banna menandai babak baru gerakan dakwahnya.
Ikhwanul Muslimin menunjukan perkembangan yang luar biasa. Masyarakat lemah yang disentuh oleh gerakan dakwah ini menjadi kekuatan baru di Ismailiyah. Bahkan di tahun-tahun pertamanya Ikhawanul Muslimin telah berhadapan dengan penjajah Inggris yang tidak senang dengan gerakan ini. Pada periode ini Hasan al-Banna mempunyai sebuah pengajian khusus yang selalu diadakan pada hari selasa. Pengajian tersebut didatangi oleh banyak orang. Mula-mula puluhan, lalu ratusan bahkan ribuan. Pengajian ini dikenal dengan sebutan Haditsuts Tsulatsa. Tetapi Hasan al-Banna lebih sering menyebutnya dengan 'Atifatuts Tsulatsa. Maka jadilah hari Selasa hari yang ditunggu-tunggu.
Dalam kata-katanya sendiri, Hasan al-Banna mengaku tidak menuliskan buku, tapi menulis laki-laki. Artinya ia tidak ingin terfokus melahirkan buku-buku yang berisikan pikiran, gagasan, dan seluruh pengalamannya. Tetapi yang lebih ia perhatikan adalah bagaimana melahirkan kader-kader yang akan meneruskan perjuangan yang telah ia rintis; perjuangan yang sesungguhnya tak akan pernah redup.
Kematian sang revolusioner bukanlah sebuah akhir tapi awal dari perjalanan yang sangat panjang. "Perjuangan manusia tidak berakhir kecuali setelah ia menapakkan kaki nya di pintu surga". Demikian yang pernah di ungkapkan Imam Hambal di sela langit kata-katanya
..
Meskipun Hasan al-Banna mengatakan bahwa ia tidak menulis buku, tapi bukan berarti ia sama sekali tidak menulis. Ia juga menulis buku untuk mengabadikan pemikiran dan pengalamannya. Beberapa buku yang menjadi warisan untuk Islam khususnya kader Ikhwan, adalah buku hasil dari kumpulan ceramah dan khutbahnya. Diantaranya adalah: Ahâdîtsul Jum'ah, Da'watunâ, Ilâ asy-Syabâb, Da'watunâ fî Thaurin Jadîd dan masih banyak yang lainnya.`

Keadaan umat Islam sekarang persis seperti kondisi masyarakat pada masa hidupnya Hasan al-Banna. kebobrokan moral, krisil multidimensi yang merongrong seluruh negara Muslim, perang pemikiran yang dilancarkan para Misionaris seakan tiada akhir. Sudah saatnya revolusioner zaman ini lahir kembali. Sang pembangun kebaikan.

"Sesungguhnya kehidupan di dunia ini hanya digerakkan oleh sedikit manusia". Lalu, ia membuat peta tentang manusia, terutama seorang Muslim. "Dari seluruh yang ada, hanya sedikit yang sadar. Dari sedikit yang sadar itu, lebih sedikit lagi yang berdakwah. Dari sedikit yang berdakwah, lebih sedikit lagi yang berjuang. Dan dari sedikit yang berjuang hanya sedikit yang sabar. Begitu pula dari mereka yang sedikit dalam bersabar itu, lebih sedikit lagi yang sampai akhir perjalanan".
kutulis atas permintaan seorang kawan karibku.
see u next..

Wednesday, September 26, 2007

It's My First Time




It was my first time ever.
And I'll never forget I'd do it again.

Without a single regret.




The sky was dark...

The moon was high...

We were all alone, Just she and I.



Her hair was soft..

Her eyes were blue...

I knew just what She wanted to do.




Her skin so soft..

Her legs so fine...

I ran my fingers Down her spine.





I didn't know how..

But I tried my best..

I started by placing My hands on her breast.



I remember my fear..

My fast beating heart..

But slowly she spread Her legs apart.


And when I did it..

I felt no shame All at once..

The white stuff came.




At last it's finished.

It's all over now My first time ever................

At milking a cow...

NOW ALL U DIRTY MINDS .......GET BACK TO STUDY BRO.........


:):):):) :d:d:d:d

Is'nt it funny hah??






see U next..